SMngad Indonesia 45





























Selasa, 25 Oktober 2011

Dalil dan Terjemahanya kitab-kitab allah beserta fungsinya


C. Macam-Macam Kitab Allah swt.        

           
Kitab Suci Allah swt. Yang diturunkan kepada para rasul-Nya ada empat, yaitu Taurat,Zabur,Injil, dan Al-qur’an

  1. Kitab Taurat

  1. Pengertian dan Sejarah turunya Kitab Taurat
Ketika masih remaja, Nabi Musa a.s pernah memukul seorang pemuda dari suku qibti hingga mati. Karena Suku Qibti termasuk pendukung Raja Fir’aun, raja pun berusaha menangkap Nabi Musa a.s.
Saat itu Nabi Musa a.s. berusaha melarikan diri ke negeri Madyan. Di negeri ini Allah swt. Menakdirkan Nabi Musa a.s. bertemu Nabi Syuaib a.s. dan dijodohkan dengan anaknya yang bernama safira. Setelah cukup lama di madyan Nabi Musa minta izin Kepada Nabi Syu’aib a.s. untuk kembali ke Mesir menengok orang tuanya. Ketika dalam perjalanan di atas bukit yang bernama Tuwa, Nabi Musa a.s. melihat api. Beliau pun minta kepada istri dan anaknya untuk mendatangi api tersebut. Setelah sampai, beliau melihat sebuah sinar yang sangat terang. Pada saat itulah adanya pertanda allah swt. Bahwa nabi Musa a.s. menerima wahyu pertama dan diangkat menjadi Nabi atau rasul, sedangkah kitab Taurat turun ketika Nabi Musa a.s. meninggalkan kaumnya, Bani Israil, selama 40 hari ke Bukit Tursina atau Sinai

Allah swt. Berfirman sebagai berikut .


Artinya :
Dia menurunkan kitab Al-qur’an kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil. ( Q.S. Ali ‘Imran/3:3 )


  1. Isi Pokok Kitab Taurat

Taurat dalam bahasa Ibrani, Thora, artinya kitab suci yang diturunkan Allah swt. Kepada Nabni Musa a.s. untuk Bani Israil. Hal itu dinyatakan dalam firman allah swt. Sebagai berikut.




Artinya:
Dan kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan kami jadikanya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “ Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain aku. “ (Q.S. al-Isra /17:2

            Taurat merupakan salah satu dari tiga komponen, yaitu thora,nabiin, dan khetubiin. Tiga komponen itu terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (Al-Kitab), sedangkan orang Kristen menyebutnya Old Testament (Perjanjian Lama). Taurat yang terdapat dalam perjanjian Lama ini terdiri dari lima kitab yang berasal dari Nabi Musa a.s.
            Kitab-kitab itu adalah Kitab Kejadian,Kitab Keluaran,Kitab Imamat, Kitab Bilangan, Kitab Ulangan.
1) Kitab Kejadian
Kitab ini berisi kisah kejadian alam semesta, penciptaan Nabi Adam a.s. dan Hawa, turunya Nabi Adam a.s. dan Hawa ke bumi, serta kisah Nabi Yusuf a.s.
2) Kitab Keluaran
            Kitab ini berisi kisah keluarnya Bani Israil dari penindasan Fir’aun di Mesir di bawah pimpinan Nabi Musa a.s. Kitab ini juga menceritakan keberadaan Nabi Musa a.s. di Padang Tiah (Semenanjung Sinai) selama 40 Tahun. Ketika itu Nabi musa a.s. berdoa kepada Yahwe (Allah yang Maha Esa). Dalam doa Nabi Musa a.s. tersebut Allah swt. Menurunkan sepuluh perintah (Ten Comandement).
Adapun isi sepuluh Perintah adalah sebagai berikut.
a)                  Hormatilah dan cintai satu Allah.
b)                  Sebutlah nama Allah dengan hormat.
c)                  Kuduskanlah hari tuhan (Hari Sabat, yaitu hari ke-7 setelah bekerja selama enam hari dalam seminggu
d)                  Hormatilah ibu dan bapakmu
e)                  Jangan Membunuh
f)                    Jangan bercabul
g)                  Jangan mencuri
h)                  Jangan berdusta
i)                    Jangan ingin berbuat Cabul
j)                    Jangan ingin memiliki barang Orang lain dengan cara yang tidak halal.
3) Kitab Imamat
            Kitab ini berisi himpunan syariat dalam agama Yahudi.
4) Kitab Bilangan
            Kitab ini berisi cacah jiwa turunan dua belas suku bangsa israil pada masa Nabi Musa a.s.
5) Kitab Ulangan
            Kitab ini berisi ulangan kisah dikeluarkanya Bani israil dari tanah Mesir dan Himpinan syariat.

  1. Kitab Zabur
Zabur adalah nama kitab suci yang diberikan kepada Nabi Dawud a.s. Zabur berasal dari kata Zabora-Yasburu-Zabur, yang berarti menulis.
Zabur disebut juga dalam bahasa Arab dengan mazmur dan jamaknya mazmir.
            Allah swt. Berfirman sebagai berikut.



Artinya:
Dan sungguh, telah kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “ Wahai Gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang kepada Dawud,” Dan kami Telah melunakan besi untuknya (Q.S. Saba’/34:10)

            Zabur berisi 150 nyanyian yang disenandungkan Nabi Dawud a.s. dengan mengunkapkan semua pengalaman pada masa hidupnya. Pengalaman itu, antara lain dosa, kejatuhan, pengampunan dosa, suka cita akan kemenangan-Nya atas musuh Allah swt., dan kemuliaan Allah swt.

Kitab Zabur merupakan ajaran yang berisi lima jenins nyanyian, yaitu
a.                   Nyanyian kebaktian untuk memuji Tuhan
b.                  Nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan
c.                   Ratapan-ratapan jamaah
d.                  Ratapan dan doa individu
e.                   Nyanyian untuk raja.

Nabi Dawud a.s. menyatakan bahwa inti sari kitab Taurat yang berupa sepuluh perintah tetap menjadi pedoman hidup meskipun Allah swt. Menurunkan kitab Zabur kepadanya.

  1. Kitab Injil
Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Kitab ini pada intinya berisi ajakan Kepada umat Nabi isa a.s. untuk hidup menjauhi kerakusan dan ketmakan duniawi. Hal ini dimaksudkan untuk meluruskan pandangan orang-orang Yahudi yang bersifat meterialistis (mementingkan kehidupan Dunia).

Kitab Injil yang ada sekarang berbeda dengan Injil asli yang diturunkan Allah swt. Kepada Nabi Isa a.s. Dalam bentuknya yang sekarang ada sejumlah pengikut Nabi Isa a.s. yang memasukan karanganya ke dalam kitab Injil. Mereka adalah Markus,Injil Lukas,dan Injil Yahya.
Pada mulanya terdapat lebih kurang 70 kitab injil. Injil Sebanyak itu umumnya membawakan isi yang simpang siur satu sama lain. Ketika diadakan pertemuan gereja-gereja pada tahun 325 M diputuskan hanya empat injil yang diakui gereja. Injil yang tidak diakui gereja disebut Aporcypha yaitu injil-injil yang tertolak.
Adapun injil-injil yang dinyatakan tertolak adalan injil petrus injil orang-orang mesir,injil ibrani, injil thomas, injil barnabas, injil dua belas, injil yakobus, injil yudas iskariot, injil andreas, Injil bertholomeus, injil maria, injil Philip,Injil Marthis, Injil Nikodemus,Injil Apeles, Injil Ebionea, Injil Marcion, dan Injil Yakobus Kecil.
Di antara kitab inil di atas, yang isisnya mirip dengan Kitab Suci Al-qur’an adalah Injil barnabas. Adapun ajaran injil Barnabas adalah sebagai berikut.
1.      Yesus tidak disalib, yang disalib sebenarnya ialah Yudas Iskariot Yang diserupakan dengan yesus Oleh Tuhan.
2.      Yesus bukan anak allah, bukan pula Tuhan, tetapi dia seorang rasul Allah swt.
3.      Putra Ibrahim yang disembelih karena perintah Allah swt. Adalah Ismail, bukan ishaq.
4.      Juru selamar atau Ratu adil atau Al-masih yang dinanti-nantikan bukanlah Yesus Tetapi Muahmmad saw., nabi dan rasul terakhir.



Artinya :
Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.(Q.S. Al-maidah:47)



Artinya:
Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.(Q.S. Ali-Imran : 50)


Artinya:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.(Q.S. Al-Fath:29)
Iman meliputi tiga perkara, yakni ucapan,kemantapan hati, dan perbuatan. Ucapan atau pengakuan iman seseorang tidak berarti apabila tidak ada bukti yang berupa sikap dan prilaku dalam hidup sehari-hari. Adapun sikap dan prerilaku orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah swt. Yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s., Nabi Dawud a.s., Nabi Isa a.s., adalah sebagai berikut.
1.                  memercayai adanya kitab-kitab tersebutsebagai wahyu Allah swt. Yang disampaikan kepada Nabi Musa a.s., Nabi Dawud a.s., dan Nabi Isa a.s.
2.                  Meyakini kebenaran petunjuk yang ada di dalamnya (khususnya kitab Taurat,Kitab zabur,KitabInjil yang asli);
3.                  Memiliki rasa hormat kepada kitab-kitab tersebut serta tidak meremehkanya;
4.                  menghormati para rasul penerima kitab-kitab tersebut;
5.                  merasa tidak rela apabila ada pihak-pihak lain yang meremehkan kitab-kitab tersebut (terutama yang asli), sebagaimana kita tidak rela apabila kitab suci Al-Qur’an diremehkan orang.


5.      Kitab Al-qur’an

Artinya:
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,(Q.S. Al-Maidah:48)




Nama-Nama Lain Dari Al-Qur’an Dalil dan terjemahanya.,

1.      Al-Kitab
Al- Kitab berarti kitab. Namun ini diambil dari firman Allah swt. Berikut Dalilnya.

Artinya:
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,(Q.S. al-baqarah/2:2)

2.      Al-Furqan
Al-Furqan berarti pembeda. Maksudnya, Al-qur’an menerangkan secara jelas mana yang benar dan mana yang salah. Nama ini diambil dari Firman Allah swt. Berikut.
Artinya:
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,(Q.S. Al-furqan/25:1)

3.      Az-zikr
Az-zikr berarti peringatan. Al-Qur’an dikatakan Az-Zikr karena banyak ayat-ayatnya yang berisi peringatan kepada manusia. Nama ini diambil dari firman Allah swt. Berikut.
Artinya:
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Q.S. al-Hijr/15:9)

4.      Al-huda
Al-huda berarti petunjuk. Al-qur’an dikatakan Al-Huda karena ayat-ayatnya berisi petunjuk bagi manusia. Nama Al-Huda diambil dari firman Allah swt. Berikut.
Artinya:
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) (Q.S. al-Baqarah/2:185)


5) An-Nur
An-Nur berarti cahaya. Al-Qur’an dikatakan An-Nur karena petunjuk –petunjuknya adalah sebagai penerang hati manusia.
Artinya:
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.(Q.S. an-Nur/24:40)




6) Al-Bayyinah
Al-Bayyinah berarti Keterangan. Al-qur’an dikatakan Al-bayyinah karena ayat-ayatnya berisi beberapa keterangan. Nama ini diambil dari forman Allah swt. Berikut.
Artinya:
Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,(Q.S. al-Bayyinah/98:1)


D. Fungsi kitab-Kitab Allah Swt.

1.         Sebagai Petunjuk Hidup
                        Pada Hakikatnya, semua kitab suci Allah mempunyai Fungsi yang sama, yakni sebagai petunjuk hidup manusia. Tanpa petunjuk kitab Suci, hidup manusia berada dalam kesesatan, jauh dari yang dikehendaki Allah swt. Sebagai pencipta dan penguasa dan penguasa Tunggal alam semesta. Fungsi kitab suci sebagai petunjuk hidup manusia telah ditegaskan dalam firman-Nya sebagai berikut.
Artinya:
Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,(Q.S. al-isra/17:2)


Artinya:
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) (Q.S. al-Baqarah/2:185)



Artinya:
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji(Q.S. ibrahim/14:1)




2. Sebagai Hakim dan Penyelasaian Persoalan
            Semua para nabi terdahulu wajib menggunakan hukum kitab sucinya, sesuai kedudukan kitab suci itu sendiri. Seorang muslim wajib menggunakan hukum Al-Qur’an sebagai solusi dalam menyelesaikan persoalan hidup yang dihadapi. Dengan kata lain, setiap muslim wajib berhakim kepada Al-Qur’an. Allah Swt. Berfirman sebagai berikut.

Artinya:
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.(Q.S. Ani-Nisa / 4:65)

Menurut ayat di atas, keimanan seseorang belum dapat diterima apabila belum taat kepada ketetapan hukum rasulullah saw. Ketetapan hukum Rasulullah saw. Berdasarkan kitab suci Al-Qur’an. Oleh sebab itu, tidak tunduk kepada putusan Rasulullah saw. Sama saja dengan tidak tunduk kepada hukum Al-Qur’an.

Pada ayat lain, Allah swt. Menegaskan sebagai berikut.

Artinya:
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang
diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.(Q.S. al-Ma’Idah/ 5:44)










  






















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar